Si sepatu merah.
Pria yang sangat pintar menyembunyikan kenyataan dibalik pundaknya.
Aku tidak ingin membuat suatu hukuman untuk diriku yang menganggap salah untuk mencintaimu waktu itu.
Cinta datang sepolosnya dia mengetuk pintu hatiku.
Entah apa yang ada di dalam pikiran ku ini menganggap kamu sangatlah hebat membuatku tersenyum jika ku ingat sebagaimana menyakitnya luka yang dulu kamu beri dan membuatku sebegitu kuatnya sekarang untuk menyapamu
Aku mengetahui banyak hal tanpa kamu ucapkan, hati inilah yang sebegitu kuatnya mengetahui hal-hal kecil hingga besar yang kamu tutupi tapi aku diam hanya melihatmu berusaha menutupi semua untuk tidak menyakitiku
Aneh aku tidak begitu sakit akan hal-hal yang kamu tutupi itu, tapi yang membuatku sakit ketika kamu kecewakan waktu-waktu ku yang sengaja aku utamakan untukmu tapi kamu mengabaikan walau itu hanya beberapa kali kamu lakukan dan selalu kamu pintar membuat senyumku kembali setelah kecewa itu hampir merapuhkanku.
Ya, aku memang sangat aneh sebegitu bangganya dengan kamu yang sangat pintar menutupi semua ini.


